Klang-klung -kliuk … klang – klung – kliuk ” Kicauan burung cucakrawa mengalun merdu dari penangkaran d’First Bird Farm dan sebuah showroomku di Saharjo Jakarta selatan.
Gema suaranya—yang terdengar hingga jarak 300-an meter—memecahkan keheningan di pagi hari yang sejuk . Lelah setelah pulang kerja pun bisa hilang saat mendengar kicau burung di rumah, dan aku langsung menjodohkan cucakrawa yang masih single . Bagi pencinta cucakrawa memelihara burung ini dan menikmati kicauannya dapat memberi ketenteraman batin. Apalagi, binatang yang dulu jadi klangenan raja-raja di Jawa itu masih dianggap menaikkan gengsi pemiliknya.
Para penggemar fanatik biasa mencari burung yang punya kicauan roppel, yaitu kicauan yang panjang-bergulung, nadanya bervariasi, seperti ocehan dua-tiga burung yang digabung menjadi satu. Tetapi, suara semi roppel (agak roppel) dan engkel (hanya ”klang-kling-klung”) saja juga sudah cukup disenangi sebagian kalangan
................................................... Selengkapnya]
|